Pringsewu-Lensatipikor.com Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)pekon Sumberejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu kini menjadi sorotan publik.Sabtu (07/02/2026)
Dugaan tidak adanya pertanggungjawaban dan laporan resmi kepada masyarakat memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas lembaga usaha desa tersebut.
Sejak mulai beroperasi, masyarakat pekon Sumberejo kecamatan Pagelaran mengaku tidak pernah menerima laporan keuangan, perkembangan unit usaha, kondisi aset, maupun rencana bisnis BUMDes.
Minimnya informasi publik ini membuat warga meragukan apakah BUMDes dikelola sesuai ketentuan atau justru berjalan tanpa kontrol dan pengawasan yang layak.
Sejumlah warga yang meminta kepada para awak media untuk menggali informasi terkait usaha BUMDes yang dijalankan bertahun tahun,namun tidak diketahui perkembangan atau kemajuan,tidak pernah ada laporan kepada Pihak masyarakat.
Laporan mengenai penggunaan anggaran, omzet usaha, hingga nilai aset BUMDes pekon Sumberejo diduga tidak pernah dibuka secara transparan.
Kondisi tersebut semakin memperkuat persepsi bahwa pengelolaan BUMDes berjalan tertutup dan jauh dari prinsip keterbukaan informasi publik.
Ketika awak media turun kelapangan mendatangi Kediaman Febri selaku bendahara BUMDes pekon Sumberejo kecamatan Pagelaran,yang menjalankan usaha unit tarup(tenda) dari tahun 2019 sampai dengan 2026.
Beliau menjelaskan bahwa mereka hanya meneruskan usaha yang dikelola BUMDes sebelumnya,yang menjalankan usaha sewa unit tarup(tenda) dan isi dalam rekening sebesar 34 juta kami gunakan lagi,untuk penambahan unit tarup(tenda) saat ini keseluruhan berjumlah 12 unit berikut panggung.
Namun saat ditanya kembali keterangan berubah,uang tersebut digunakan untuk simpan pinjam.
Pelaporan LPJ kami ada ketika ditanya apa saja yang sudah dikembangkan,atau telah dibangun dari penghasilan sewa unit tarup( tenda) untuk masyarakat,beliau beralasan penghasilannya kami gunakan lagi untuk memperbaiki unit tarup(tenda) yang rusak.
Setelah para awak media melakukan konfirmasi berulang ulang Febri mengakui untuk tiga
tahun berjalan ini,saya tidak pernah mengambil dana hasil unit tarup(tenda) ini lagi. Kalau tahun sebelumnya sering saya ambil untuk kebutuhan.
Pihak masyarakat juga Mengatakan ditahun 2025 sampai 2026 dipekon Sumberejo kecamatan Pagelaran sudah berganti kepengurusan namun masih belum terlihat penyerahan resmi dari pengurus mereka “ujarnya.
Warga menegaskan bahwa BUMDes tidak boleh menjadi lembaga yang tertutup, sebab dana yang dikelola adalah uang masyarakat.
“Ketika masyarakat tidak tahu berapa anggaran yang masuk, ke mana dana bergerak, dan bagaimana hasil usaha digunakan, itu menunjukkan ada yang tidak beres. Transparansi itu pondasi tanpa keterbukaan BUMDes kehilangan legitimasi.
l
Warga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten
Pringsewu untuk segera turun tangan melakukan verifikasi dan audit administratif.
“Kami mendesak DPMD melakukan klarifikasi, pemeriksaan dokumen sampai audit menyeluruh. Jika ada indikasi penyimpangan, maka Inspektorat serta APH harus turun melakukan audit investigatif.
Masyarakat menambahkan bahwa apabila audit menemukan indikasi kerugian keuangan atau penyalahgunaan dana, maka aparat penegak hukum harus bertindak.
“Kalau ada dana yang tidak jelas atau penggunaan modal yang tidak dapat dipertanggungjawabkanmaka penegak hukum harus masuk.BUMDes bukan ruang kebal hukum.
Informasi dari warga memperkuat dugaan tersebut. Masyarakat mengklaim usaha unit tarup (tenda). yang saat ini berjalan penghasilannya untuk pribadi bukan untuk masyarakat.
Ketiadaan laporan perkembangan usaha, nilai aset, dan omzet tahunan membuat kepercayaan publik semakin menurun.
Warga menilai informasi yang seharusnya menjadi hak masyarakat menunjukan menurunnya kualitas tata kelola harus memahami bahwa mereka dipilih untuk melayani masyarakat, bukan menghalangi akses terhadap informasi publik.
“Jika dugaan ini benar,seluruh pengurus BUMdes pekon Sumberejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu harus bertanggung jawab secara politik dan administratif,” tegasnya (Rosy)








