Pringsewu– Lensatipikor.com Menemukan fakta miris yang selama ini disimpan rapat oleh warga.Temuan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang diduga mangkrak dan tidak jelas dana Anggaran dan LPJ di pekon Lugusari Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu hingga menjadi sorotan.
Anggaran yang diterima Yuli Selaku ketua BUMDes Pada Tahun:
2019:111 juta
2021:200 Juta
2022:82 Juta
2023:30 Juta
Untuk menggali informasi yang valid agar terhindar dari pemberitaan hoax atau sekedar isu,tim berusaha mengkonfirmasi kebenaran berita yang beredar hingga harus turun kekalangan masyarakat dan berkelanjutan mempertanyakan hingga kepengurusan baru BUMDes Sari Makmur Pekon Lugusari.
Diterangkan Supriyono selaku ketua BUMDes Sari Makmur yang baru di pekon Lugusari,kami hanya menerima Penyerahan berupa aset Laptop 2 unit dan melanjutkan usaha Yang sudah dijalankan sejak lama yaitu isi ulang air galon dan untuk isi rekening BUMDes yang diterima sudah tidak ada saldo (kosong).
Dihubungi melalui sambungan via telpon WhatsApp Yuli Ketua BUMDes pekon Lugusari kecamatan Pagelaran yang menjabat sejak tahun 2019 hingga 2024,
beliau menerangkan selama dirinya menjabat anggaran BUMDes direalisasikan untuk usaha isi ulang Air galon yang masih berjalan sampai saat ini,membangun wisata taman membuat gazebo ukuran kecil, mengunkan papan yang kini mangkrak,usah pengelolaan ikan lele namun pada mati.
Saat berulang kali ditanya berapa anggaran yang diterima selama beliau menjabat, tidak satupun beliau menyebutkan nominal hanya menjawab “Tidak ingat lupa… lo om..!!!.”
Aneh ya…. anggaran yang cukup besar titipan masyarakat untuk dikelola beliau bisa lupa ..???!!
Menurut keterangan dari warga setempat terungkap berbagai dugaan penyimpangan, saat penghentian program-program bantuan sejak pandemi Covid-19.
Besarnya dana Anggaran yang terus mengalir namun diduga realisasinya minim menjurus ke memanipulasi data selama bertahun tahun berjalan namun tidak menunjukan perkembangan serta kemajuan saat anggaran dikelola dilapangan.
Masyarakat meminta agar Pemkab Kabupaten Pringsewu dan aparat terkait segera turun tangan untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana anggaran BUMdes serta memastikan transparansi pengelolaan Tepat sasaran.
“Kami berharap kasus ini mendapat perhatian dari pihak berwenang. Jangan sampai ada yang bertindak sewenang-wenang dan tidak bisa dikritik oleh masyarakat maupun media.
Dengan semakin banyaknya laporan dari warga, desakan agar ada audit transparan terhadap anggaran Dana BUMDes,Warga berharap ada tindakan tegas agar desa mereka bisa dikelola dengan lebih baik dan transparan.(Rosy)








