BUMDes Pekon Bumirejo Transparasi Keuangannya Di Pertanyakan Masyarakat

Pringsewu– Lensatipikor.com Badan Usaha Milik Desa (BUMDes ) Pekon Bumirejo Kecamatan Pagelaran kabupaten Pringsewu masyarakat setempat mempertanyakan Transparasi Keuangan Dana usaha BUMDes.

Dugaan ini mencuat setelah pihak masyarakat setempat Membeberkan kepada awak media bahwa muskipun ketua BUMDes sudah diganti, masih saja belum terlihat perubahan perkembangan. Meskipun sudah berjalan dari tahun ke tahun tidak pernah menunjukan transparansi terhadap pihak masyarakat .(Sabtu/31/01/2026)

Keluhan masyarakat terkait transparansi pengelolaan BUMDes jangan di anggap sepele.
Apabila terrdapat dugaan program tidak direalisasikan atau pengelolaan yang menyimpang, maka hal seperti ini harus segera diklarifikasi.

Dijelaskan Sumitro selaku Sekdes Pekon Bumirejo ketika para awak media turun kelapangan mendatangi balai pekon Bumirejo kecamatan Pagelaran “bahwa Anggaran Dana BUMDes untuk tahun 2025 ke uangan masih berada dalam rekening, belum digunakan karena untuk ketua BUMDes yang baru SK nya belum turun,dan juga pembentukan kanggotaan belum cukup,sehingga belum ada penyerahan untuk keuangan”.

Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah, BUMDes seharusnya mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) dan penggerak ekonomi masyarakat.

Penyertaan modal desa ke BUMDes seharusnya digunakan untuk kegiatan usaha yang terencana. Jika keanggotaan belum cukup, pengelola belum memiliki wewenang sah untuk mengelola anggaran.

Jika dana desa sudah ditransfer tetapi kepengurusan tidak kunjung dibentuk, ini dapat menimbulkan risiko hukum, termasuk tuduhan penyalahgunaan wewenang. BUMDes yang tidak beroperasi karena alasan ini wajib melakukan penyesuaian perubahan agar memenuhi syarat peraturan perundang-undangan.

Jangan Sampai BUMDes hanya jadi cangkang. Harus bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintahan desa,” tegasnya

Dana BUMDes yang tidak berjalan dan dipertanyakan masyarakat seringkali disebabkan oleh penyalahgunaan anggaran oleh pengurus, kurangnya transparansi, dan lemahnya SDM.dana yang sudah dicairkan namun tidak terealisasi menjadi usaha produktif

Insiden dana BUMDes yang disalahgunakan untuk investasi saham. Warga menyarankan untuk segera di audit, menuntut transparansi, dan mendesak perbaikan manajemen

Kurangnya transparansi anggaran dana BUMDes kepada pihak masyarakat menimbulkan dugaaan program fiktif.sehingga pihak masyarakat Bumirejo kecamatan Pagelaran melalui awak media menyampaikan bahwa agar pihak APH ,Inspektorat dan Kejari Pringsewu untuk turun dan mengecek anggaran yang dari tahun ke tahun tidak telihat berjalan sebagaimana mestinya.(Rosy)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *